Posted by : Unknown
Jumat, 03 Mei 2013
Robot
Anti Radiasi Nuklir TOSHIBA
Kalian tahu kan? Uranium ? Yang
untuk pembangkit listrik itu loh. Ya, itu yang digunakan bahan bakar pembangkit
listrik tenaga nuklir. Energi yang dihasilkannya besar loh ! Satu kilogram
uranium-235 secara teoritis bisa menghasilkan ~ 80 terajoule (8 x 1010
kilojoule) energi, yang setara dengan energi yang bisa dihasilkan oleh 3000 ton batubara. Mungkin
karena alasan inilah beberapa negara memaksakan diri untuk membuat pembangkit
listrik tenaga nuklir yang beresiko jika terjadi kecelakaan seperti yang
dialami Jepang baru-baru ini.
Namun, energi yang besar itu juga mempunyai
resiko yang besar juga, bila raktor nuklir meledak atau mengalami kebocoran,
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang sangat berbahaya contohnya yang
terjadi pada reaktor nuklir Chernobyl yang terletak di Pripyat, Ukraina pada
tanggal 26 April 1986 dan reaktor nuklir Fukushima-Dai’ichi yang terletak di
kota Fukushima, Jepang pada 13 Maret 2011.
Sisa bangunan reaktor nuklir
Chernobyl
Ledakan Reaktor nuklir Fukushima-Dai’ichi
Namun, jika rusak, maka reaktor harus diperbaiki,
memperbaikinya, jika dilakukan oleh manusia dapat beresiko tinggi jika terkena
paparan radiasi nuklirnya, untuk itulah perusahaan elektonik Jepang TOSHIBA
membuat robot berkaki empat yang kebal terhadap paparan radiasi nuklir.
Tujuannya adalah
untuk menjangkau bejana-bejana yang penuh radiasi di pembangkit tenaga nuklir
yang hancur akibat bencana alam tersebut.
"Kita
memerlukan robot-robot untuk menjangkau tempat-tempat itu dan pertama-tama
untuk memeriksa apa yang ada di sana," kata manajer senior Toshiba, Goro
Yanase
Robot bisa mendaki
puing-puing reruntuhan dan masuk ke tempat-tempat teradiasi yang terlalu
berbahaya bagi manusia.
Inovasi paling
penting di robot itu, menurut Toshiba, adalah jaringan nirkabel yang dikendalikan
di tengah radiasi tinggi dan secara otomatis akan mencari transmisi lebih baik
apabila sinyal lemah.
Namun Toshiba
mengakui bahwa robot memerlukan waktu lebih lama apabila medan yang dilalui
tidak rata dan polanya tidak teratur, seperti reruntuhan pembangkit listrik
tenaga nuklir.
Namun, bila sampai jatuh,
robot tidak akan mampu berdiri sendiri. Perusahaan listrik Tokyo Electric Power
mengatakan mungkin akan menggunakan robot untuk memeriksa bejana penurun
tekanan di PLTN Fukushima.


